UPTD PUSKESMAS PASRUJAMBE

03 Juni 2024   75 kali  
ANISA (Ayo Nikah Sehat dan Aman): Inovasi Puskesmas Pasrujambe untuk Turunkan Kematian Ibu dan Bayi
ANISA (Ayo Nikah Sehat dan Aman): Inovasi Puskesmas Pasrujambe untuk Turunkan Kematian Ibu dan Bayi
Status kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasrujambe yang rendah berkontribusi terhadap adanya 1 kematian ibu dan 4 kematian bayi pada tahun 2019. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus komplikasi kebidanan yang disebabkan beberapa faktor risiko.
Berdasarkan Profil Kesehatan UPT Puskesmas Pasrujambe (2019) diketahui terdapat 50 ibu hamil berusia kurang dari 20 tahun, ibu hamil kurang energi kronik (KEK) sebanyak 32 orang, pun juga anemia sebanyak 16 orang. Lebih lanjut, terdapat 45 ibu melahirkan berusia kurang dari 20 tahun, 15 kasus komplikasi kebidanan, 7 bayi lahir premature, 3 kasus IUFD (Intrauterine Fetal Deat), dan 22 bayi terlahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Hal ini selaras dengan tingginya jumlah kasus pernikahan dini yang membuat Kecamatan Pasrujambe menduduki peringkat kedua di Kabupaten Lumajang. Terbukti sebanyak 35% calon pengantin yang terdaftar di KUA berusia kurang dari 20 tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 5,73% calon pengantin yang periksa ke puskesmas. Padahal dari data yang ada, sebanyak 31% di antaranya mengalami permasalahan gizi. Tidak hanya itu, pada tahun 2019 Kecamatan Pasrujambe menjadi lokus stunting dengan jumlah kasus sebanyak 8,5%.
Berdasarkan permasalahan tersebut, lintas program dan lintas sektor UPT Puskesmas Pasrujambe secara aktif berkoordinasi untuk mendapatkan solusi terbaik. Salah satunya dengan Inovasi ANISA (Ayo Nikah Sehat dan Aman).
Inovasi ini mewajibkan calon pengantin untuk memiliki Kartu ANISA sebagai syarat mendaftarkan pernikahan di KUA setempat. Kartu ANISA tersebut bisa didapatkan setelah calon pengantin mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi pranikah yang komprehensif. Tidak hanya itu, calon pengantin juga wajib mengikuti kelas edukasi berupa konseling gizi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin tentang status gizi prakonsepsi dan kesiapan menghadapi kehamilan. Pada calon pengantin yang memiliki faktor risiko komplikasi kebidanan akan dilakukan pengawalan secara intensif oleh bidan setempat sampai dengan masa kehamilan dan nifas.
Dengan adanya inovasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap penurunan kasus kematian ibu dan bayi serta kasus stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasrujambe.
UPT PUSKESMAS PASRUJAMBE
Sehat Mandiri Bersama Masyarakatku
Banyak Dibaca